Ittiba

 Nama: Elyza Riana

Prodi : Pendidikan Agama Islam

Judul: ittiba 



Secara bahasa, ittiba artinya mengikuti. Maksudnya, ittiba adalah mengikuti pendapat seorang ulama, fakih, atau mujtahid dengan mengetahui dalil suatu perkara dan tidak terikat pada salah satu mazhab dalam mengambil suatu hukum.

Dalam versi lain, ittiba dapat diartikan dengan upaya mengikuti segala yang dibenarkan dan diperintahkan Rasulullah SAW serta menjauhi semua larangan Allah SWT dan Rasul-Nya. Sementara itu, orang yang mengikuti ittiba disebut muttabi.

Mengutip buku Fiqh dan Ushul Fiqh oleh Dr. Nurhayati dan Dr. Ali Imran Sinaga, tujuan ittiba adalah agar mukallafun dapat meraih keyakinan dirinya untuk melakukan ajaran-ajaran agama tanpa keraguan. Dengan demikian, muncul rasa ikhlas saat melakukan ajaran-ajaran tersebut.Ittiba digolongkan menjadi dua jenis. Apa saja? Selengkapnya, berikut jenis-jenis ittiba dan hukumnya dalam Islam.


Jenis-jenis Ittiba

 

  1. Ittiba kepada Allah dan Rasul-Nya


Semua umat Muslim hendaknya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan. Apa yang disampaikan Allah SWT melalui Rasulullah sudah sepatutnya diikuti umat Muslim yang mengharap rahmat dari-Nya. Ini dijelaskan dalam surat Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi:لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِىۡ رَسُوۡلِ اللّٰهِ اُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنۡ كَانَ يَرۡجُوا اللّٰهَ وَالۡيَوۡمَ الۡاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيۡرًا


Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)


  2. Ittiba kepada selain Allah dan Rasul-Nya


Para ulama berbeda pandang mengenai persoalan ini. Imam Ahmad dan Hanbal berpendapat bahwa hal ini tidak diperkenankan. Menurut mereka, ittiba itu hanya dibolehkan kepada Allah, Rasul, dan para sahabat saja, tidak boleh kepada yang jugalain.


Di sisi lain, ulama lainnya berpendapat bahwa ittiba kepada selain Allah dan Rasul-Nya dibolehkan karena dianggap sebagai warosatul anbiyaa (ulama adalah pewaris para Nabi).Adalah wajib bagi umat Muslim berittiba. Ittiba sudah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Surat An-Nahl ayat 43 yang artinya, “...Tanyakan kepada ahli zikir (orang-orang pandai) jika kamu tidak mengetahui.”Surat Al-A’raf ayat 3 pun berkata demikian, “Ikuti apa yang diturunkan padamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.”


Dalam ayat tersebut, umat Muslim diperintahkan untuk mengikuti perintah Allah. Dengan kata lain, mengikuti setiap perintah Allah adalah wajib, dan tidak ada dalil yang dapat mengubahnya.

    Ittiba merupakan salah satu hal yang utama bagi seorang Muslim, jadi tidak heran bila ini menjadi sesuatu yang wajib hukumnya untuk dilakukan.

     Setidaknya ada 8 tujuan melakukan ittiba.

1.Mendapatkan hidayah selama di dunia

2.Memperoleh keberuntungan hidup

3.Teguh di atas Kebenaran

4.Niscahya mendapatkan perlindungan dan 5.pertolongan dari Allah SWT

6Mendapatkan keluarga yang sama-sama mengikuti di jalan ittiba

7Terhindar dari perasaan ragu, takut, sedih dan kecewa

8Memperoleh pintu taubah dan ampunan dari Allah SWT


Kaidah ittiba ini sendiri bisa meliputi berbagai macam aspek kehidupan baik dari ibadah, muamalah, segi politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Hal sendiri juga sudah dijelaskan dalam Al Quran.


Universitas Alma ata Universitas Alma ata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Bagi Kamu Ketika Kehilangan Arah

Apa ini kehidupan yang aku inginkan ?

Surat Untuk Alam Semesta