Surat Untuk Alam Semesta
Surat Untuk Alam Semesta Angin kencang yang berhembus sampaikan salamku pada langit bahwa aku merindukannya, bahwa aku ingin ia kembali bersama hujan. Aku merindukan suasana rintik hujan di pagi hari sambil menikmati secangkir kopi, dan membaca buku. Taqdir tak pernah salah melangkah, dan taqdir tak salah menemukan pundaknya, untuk menemukan segala sesuatu yang ia rasakan. Segala sesuatu bisa menyenangkan jika kamu dapat mempertahankan energi positif, tak seharus selalu lurus jalannya terkadang terjal dan mendaki. Energi negatif pun ada dan datang pada saatnya. Yang jauh bukan selalu tidak bisa mendekat tapi memang karena waktu saja yang belum mempertemukan kita. Yang dekat tak selamanya bersama, bisa berdekatan tapi tidak bersama. Hidup bukankah tentang bagian kisah yang sedang kamu jalani sekarang. Terasa sakit tapi tidak jatuh, pernah jatuh tapi tau cara untuk bangkit kembali. Menangis hingga meraung-raung tapi tau cara...