Surat Untuk Alam Semesta
Surat Untuk Alam Semesta
Angin kencang yang berhembus
sampaikan salamku pada langit bahwa aku merindukannya, bahwa aku ingin ia
kembali bersama hujan. Aku merindukan suasana rintik hujan di pagi hari sambil
menikmati secangkir kopi, dan membaca buku. Taqdir tak pernah salah melangkah,
dan taqdir tak salah menemukan pundaknya, untuk menemukan segala sesuatu yang ia rasakan.
Segala sesuatu bisa
menyenangkan jika kamu dapat mempertahankan energi positif, tak seharus selalu lurus
jalannya terkadang terjal dan mendaki. Energi
negatif pun ada dan datang pada saatnya. Yang jauh bukan selalu tidak bisa
mendekat tapi memang karena waktu saja yang belum mempertemukan kita.
Yang dekat tak selamanya
bersama, bisa berdekatan tapi tidak bersama. Hidup bukankah tentang bagian kisah yang sedang kamu jalani sekarang.
Terasa sakit tapi tidak jatuh, pernah jatuh tapi tau cara untuk bangkit
kembali. Menangis hingga meraung-raung tapi tau cara untuk menghilangkan
kesedihan itu. Hidup ini tidak akan abadi. Jadi nikmati seadanya jauhkan
hal-hal yang tidak baik.
Kalau kamu mencari cara
terbaik untuk hidup adalah teruslah hidup walau hari ini tidak ada yang
menyenangkan, teruslah hidup walau hari ini kamu ingin mengakhiri semuanya, tetaplah hidup
untuk hari esok. Karena kamu tidak akan pernah tau hari mana yang membuatmu
bahagia.
Tetaplah terus hidup
sampai tuhan memanggilmu untu kembali, kembali kepda sang pencipta dengan
segala rasa senang dan bahagia bahwa kamu telah melakukan semaksimal yang kamu
bisa.

Komentar
Posting Komentar